Retas-Serat-Teras

(Hate) Purity – (Hate) Goodness – (Hate) Virtue : I want everyone corrupt

TIDAK TAHU!

leave a comment »

kamen_rider_black_titreApa susahnya berkata ’saya tidak tahu’ atau ’saya belum tahu’ ?

pernah, saya sedang antre di dalam bank. sambil menunggu saya asik mengira-ngira, berapa banyak dari orang dalam ruangan tersebut yang punya niat atau sempat terlintas di pikiran mereka untuk menggorok leher teller yang sedang sibuk mengurusi uang? Jika ada 2 orang, maka jadilah kami bertiga siap merampok dengan keji. Tapi saya tidak (pernah) tahu! Tidak bisa mendengar niat jahat mereka hanya dengan melihat muka dan tampilan luarnya saja. Bisa jadi seorang kakek di samping sana, bersama siswa SMU yang ada di  samping pintu  punya rencana yang lepih sip. Mereka berkomunikasi dengan gerakkan tangan dan kepala. Pertama mereka akan memastikan wajah mereka tidak terkam CCTV selama proses perampokan berlangsung. Selanjutnya Sang Kakek akan teriak, membuka baju dan berkata akan meledakkan diri di tempat itu jika ada yang mencoba mencegahnya. Selanjutnya, siswa SMU tersebut akan mengeluarkan kantung sampah ukuran besar dan langsung menggorok leher salah seorang teller. Semuaya histeris, ketakutan. Itu bagian dari rencana mereka. Ini agenda besar buat mereka. Sang kakek telah merencanakannya sejak pertama kali bank tersebut dibangun. 30 tahun setelah rencanaya tersimpan, ia merekrut seorang siswa SMU yang baru saja gagal UAN. Untuk itu, mereka harus berhati-hati.. Tapi, saya tidak (pernah) tahu!

Baru saya akan memikirkan kemungkinan lain dengan tokoh yang berbeda, seorang bapak di belakang saya menyapa. Basa basi dimulai…  Mungkin ia hanya ingin ngobrol untuk menipu kebosanannya menunggu. Saya layani sekkedarnya. Tapi ia tetap bersemangat. Dia bertanya dari mana asal saya,  saya jawab. lalu dia berkata kalau dia pernah ke sana.. saya jawab ‘ooo..’ Kemudian, dia mulai bercerita tentang tempat asal saya. Saya hanya diam, mendengar.. Menurut pengakuannya, dia tahu tentang sejarah kampung saya, dia kenal beberapa orang di sana dan meneruskan ceritanya dengan mantap. Saya iseng, coba bertanya sedikit. ‘Berarti bapak kenal pak Idrus? ‘Ya…’ jawabnya pasti. ‘Pak Chairil?’ , ‘Tahu.. ‘ katanya. Pak Asrul, Pak  Suman? ‘Ya..yaa..ya.. tahu.. ‘ katanya. Saya tersenyum lebar.. Hebat juga Bapak ini. Ada dua kemungkinan: Pertama, dia adalah Achdiat Mihardja yang mungkin sekali kenal dengan Idrus, Chairil (Anwar), Asrul (Sani) dan Suman (HS). Kemungkinan kedua: dia terlalu malu untuk diketahui bahwa dia tidak tahu apa-apa tentang apa yang kami obrolkan dari tadi. Mungkin dia terlalu gengsi untuk ngomong: SAYA TIDAK TAHU. Berharaplah saya bahwa dia memang Achdiat Mihardja, karena jika memang benar demikian, dia pasti bisa cerita tentang ‘Atheis’ tanpa perlu saya gorok lehernya di dalam sebuah bank.

Written by retasseratteras

21/10/2009 at 20:24

Posted in meretas serat teras

Tagged with ,